• Si Novac

Jejak Digital di Balik Pembunuhan Berantai 2 Wanita di Bogor


Bandung - Muhammad Rian (21) menjadi pelaku pembunuhan berantai dua wanita di Bogor. Aksi jahatnya itu terekam jejak digital.


Jejak digital pertama terekam saat Rian mencari korban secara acak melalui media sosial (medsos). Setelah saling berkenalan dan berkomunikasi di medsos, Rian kemudian mengajak calon korbannya untuk bertemu. Agar calon korbannya tertarik, Rian mengiming-iminginya dengan sejumlah uang dan janji mengajak berkencan.

"Modusnya sama, bahwa TSK ini berjanjian, kenalan lewat medsos kemudian ketemu. Korban kemudian dibawa jalan-jalan ke kawasan Puncak Bogor dengan iming uang," kata Kapolres Kota Bogor Kombes Susatyo.


"Korban kemudian dibawa ke penginapan di Puncak. Selesai berkencan, korban dihabisi dengan cara dicekik. Kemudian barang barangnya diambil," kata dia menambahkan.

Korban Diska dan Elya dihabisi Rian di sebuah penginapan yang sama di kawasan Puncak, Bogor. Namun beda waktu pembunuhan dan beda kamar yang dijadikan lokasi pembunuhan.

Diska diduga dihabisi pada Rabu (24/2021) malam. Jasad Diska kemudian dimasukkan ke dalam plastik sampah warna hitam yang dimasukkan kembali ke tas ransel. Tak sampai di situ, jasad Diska kemudian dibuang di Jalan Raya Cilebut.

Di penginapan yang sama, Rian juga menghabisi Elya Lisnawati (23), ibu 1 anak yang mayatnya kemudian ditemukan di kebun kosong sekitar makam keramat Mbah Arya Megamendung, Bogor pada 10 Maret lalu.

Polisi mengamankan 1 kantung plastik hitam berukuran besar saat menangkap Rian, pelaku pembunuhan berantai di Bogor. Polisi menduga, kantung plastik itu akan digunakan pelaku untuk mengeksekusi dan membuang korban berikutnya.

"Kalau kami melihat ada 1 kantung plastik hitam yang belum digunakan, maka kami menduga ada indikasi untuk menyiapkan perbuatan berikutnya," tuturnya.


Jejak digital juga mengungkap aksi pembunuhan yang dilakukan Rian tak hanya satu kali. Dari ponselnya, polisi mengungkap Rian menghabisi nyawa korban lain.

"Dari hasil pengembangan termasuk penelusuran jejak digital, diketahui pula bahwa pelaku tidak hanya satu kali melakukan pembunuhan," katanya.

Poliis akan dalami lebih lanjut. Polisi juga akan memeriksa jejak digital pelaku untuk mengetahui dengan siapa saja ia berkomunikasi di media sosial.

"Ini yang masih kita dalami, apakah ada korban lain selain dua korban ini atau ada yang sedang jadi sasarannya," kata Susatyo.


Sumber : Detikcom

0 views0 comments